Lompat ke isi utama
x

Pengukuhan Profesor Baru

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan empat profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat USK Prof.  Dr. Ir.  Abubakar, MS yang dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 10 Maret 2021). salah satunya dari empat profesor baru itu berasal dari Jurusan Teknik Kimia yaitu Prof. Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng.,

Pengukuhan kali ini masih dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mengingat pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Pihak keluarga dan undangan yang diizinkan hadir secara langsung pun sangat terbatas.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng. dalam pidatonya menyampaikan, laju pertumbuhan jumlah profesor di USK dalam beberapa tahun ini cukup baik. Dalam dua tahun ini saja, USK telah berhasil mengukuhkan sebanyak 18 profesor baru dalam 5 kali pengukuhan. Meski dalam rentang waktu yang sama, USK juga kehilangan beberapa profesor, baik karena purna tugas, ataupun meninggal dunia.

“Dengan pengukuhan profesor ini, maka jumlah profesor yang ada di Jurusan Teknik Kimia USK saat ini berjumlah 16 orang".

pengukuhan profesor

Prof. Suhendrayatna memilih untuk mencari solusi terhadap pencemaran, terutama pencemaran yang disebabkan oleh logam-logam berat. Prof. Suhendrayatna berupaya untuk menemukan berbagai metode yang efektif untuk diterapkan pada pengolahan pencemaran logam.

            Hasil penelitian Prof. Suhendrayatna menunjukkan, penyisihan logam berat dapat dilakukan dengan melibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang mampu menyerap logam-logam berat pencemar. Selain itu, pencemaran logam berat juga dapat diatasi dengan proses solidifikasi serta penggunaan biomass sebagai penyerap.

Metode yang diteliti olehnya terbukti efektif untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan efek pencemaran logam berat dari lingkungan.

“Hasil kajian yang dilakukan  Prof. Suhendrayatna ini sangat kita butuhkan mengingat angka pencemaran lingkungan yang semakin tinggi. Bagaimanpun, lingkungan hidup yang bebas pencemaran akan memberikan dampak positif langsung terhadap kualitas kesehatan manusia”, pungkas rektor.