Lompat ke isi utama
x

Meraih Ilmu Hingga ke Jiran

studen ke jiran

Jumat 25 Oktober 2019, 17 orang mahasiswa Unsyiah bersiap-siap untuk melangkahkan kaki menuju ke Negeri Jiran Malaysia untuk program ULUL ALBAB di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan kunjungan ke University Malaya.  Setelah keluar dari Bandara kami menuju ke penginapan di asrama UPSI yang berada di Perak  dengan menggunakan bus, yang membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai di asrama. Asramanya sangat menyenangkan.  Gedung setinggi 5 lantai bersih dan tertata rapi.  Asrama berupa apartemen yang terdiri atas 3 kamar, 2 kamar mandi, lengkap dengan dapur dan peralatannya.  Ruang apartemen juga dilengkapi dengan fasilitas TV, setrika, kursi santai, meja makan, kulkas.  Setiap kamar berisi kasur yang nyaman, lemari pakaian, meja belajar, AC dan kipas angin. Di pagi hari kami pun disambut dengan bungkusan nasi lemak khas Malaysia yang berbentuk segitiga.

Keesokan harinya kami berangkat ke camp di Jugra, Selangor, yang ditempuh selama 3 jam.  Kegiatan diawali dengan perkenalan, membentuk kelompok dan berbagai game.  Setelah selesai sambutan, slot pertama diisi oleh Dr. Arip Kasmo dengan tema Quranik Saintifik untuk Modern Da’i. Materi ini sangat menarik karena membahas mengenai ilmu pengetahuan dan kaitannya dengan Al-Quran. Dr Kasmo menerangkan bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini selalu berkaitan dengan ilmu Al-Qur’an. Seperti gunung-gunung yang terhampar di bumi, membahas tentang besi dalam surah Al-Hadeed, sebuah surah dengan jumlah nomor atom yang memiliki kesamaan, hal ini membuktikan bahwa Al-Quran dan kehidupan ini saling berkaitan dan bukan sesuatu yang kebetulan saja. inti dari slot ini ialah pengukuhan akidah menelusuri penghayatan sains dalam Al-Quran. 

Slot kedua yaitu Mengaum Bak Wira yang diisi oleh Publik speaker terkenal di Malaysia, En. Badrul Sani. Diawali dengan muhasabah diri, kami diajak terus bersyukur atas rahmad Allah yang sampai saat ini masaih terus mengalir, saling memberikan semagat dengan sahabat yang ada disamping. Sampai pada inti materi yaitu tentang aspek-aspek dalam meningkatan kemapuan publik speaking yang baik. Abang Badr mengatakan bahwa hanya ada 3 rahasia bijak dalam berbicara didepan umum. Yang pertama ialah bahasa harus menarik dan isi yang padat artinya seorang pembicara harus mampu menggunakan bahasa yang dapat menarik perhatian. Contohnya dengan cara story telling, pakai ucapan berirama (yang berakhiran an,an,an, si,si,si,si dan lainnya), memasukkan bahasa asing, selain itu juga membuat lucu didalamnya. Kedua, yaitu Intonasi yang unik, yakni dengan menaik-turunkan intonasi alias tidak menggunakan intonasi yang datar. Terakhir, Gaya yang memukai, yakni memainkan tangan dan seluruh anggota tubuh untuk ikut dalam menyampaikan materi, yang terpenting adalah penampilan yang rapi dan menarik hingga sedap untuk dipandang.

Slot ke 3 yaitu Asmaul Husna.  Dalam slot ini kami belajar bahwa segala apa yang kami lihat di bumi ini berkaitan dengan nama-nama Allah, contoh ketika kita melihat bangunan Petronas, selain tinggi ia juga kokoh.  Nama Allah yang sesuai dengan hal ini ialah Al-‘aliy dan Al-Matiin. Dengan fenomena ini kita bisa berdoa kepada Allah sesuai apa yang kita rasakan. Mohon kepada Allah untuk memberikan kita sesuatu yang sesuai dengan hal itu dengan doa “Ya Allah yang maha Tinggi sebagaimana Engkau memberikan ketinggian pada bangunan ini maka tinggikanlah derajatku disisimu” atau “Ya Allah sebagaimana Engkau mengokohkan bangunan ini maka berikanlah aku kekokohan dalam keimanan terhadap-Mu”. Kami diajak untuk melakukan segala aktivitas dan melihat apa yang kami lihat lalu berdoa kepada Allah dengan sifat Asmaul Husna. Dalam hal ini kami belajar untuk selanjutnya kami bisa menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan diskusi antara Unsyiah dan UPSI. Unsyiah yang diwakili oleh Muhandis dan Dina Luqiya mengenalkan program keislaman yang ada di Unsyiah yakni program UP3AI dan Lembaga Dakwah Kampus.

Slot selanjutnya ialah Ijtihadik yang diisi oleh En. Izuhan. Dalam slot ini kami belajar untuk berfikir kritis, kreatif, inovatif dan berteknologi tinggi. En. Izuhan menciptakan pembelajaran dengan konsep bermain sambil belajar, dalam permainan yang diberikan kami harus mampu menyelesaikan masalah bersama-sama. Berfikir agar masalah yang menghampiri kita selesaikan dengan cara yang kreatif.  Banyak dari kami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang menghadapi kami. Namun kami dituntut untuk terus berusaha sampai benar-benar tak mampu menyelesaikannya.

Selanjutnya, panitia memberikan kertas kerja terhadap mahasiswa UPSI perihal proyek yang akan dilaksanakan setelah mengikuti Training ULUL ALBAB ini. Mereka semua bekerja per tim. Sedangkan kami yang dari Unsyiah memberikan masukkan kepada mereka terkait proyek yang akan mereka laksanakan. Kamipun kagum dengan para mahasiswa ini, yang langsung mendapatkan ide yang menarik dan bekerja dengan kompak. Saya pribadi jarang melihat kejadian yang seperti ini dilingkungan kampus saya. Saya berfikir bahwa hal ini harus bisa kami terapkan di kampus kami belajar, menjadi orang yang sigap dan patuh perintah dosen atau guru sebab syarat agar memahami ilmu adalah patuh perintah guru.

Senin 28 Oktober 2019 merupakan hari terakhir kami mengikuti camp dalam program ulul albab ini. Pada hari ini kami semua melaksanakan shalat tahajud dan witir berjamaah dimulai pukul 3.00 sampai menelang subuh berjama’ah. Setelah subuh kami membentuk kelompok kecil dan membahas tafsiran surah Al-Fatihah. Setelah itu kami kembali ke asrama dan bersiap-siap untuk makan dan selanjutnya tadabbur alam. Tadabur alam ini tak sebanyak rencana yang sudah disusun sebab cuaca tidak mendukung kami untuk melakukannya. 

Dalam program ULUL ALBAB ini kami mendaptkan 3 komponen utama dalam program ini, yaitu Quranik saintifik yaitu menjadikan Al-quran  sebagai ilmu sains dalam pembentukan hati, membina kepribadian, memiliki watak dan jiwa yang positif. Kedua, Ensiklopedik, yakni mengasah bakat yang ada dalam diri khususnya menjadi speaker handal dan menarik, terakhir ijtihadik yaitu memiliki fikiran yang kritis, kreatif inovatif dan berkembang dengan zaman yang berjalan atau berteknologi yang tinggi.